Showing posts with label quotes. Show all posts
Showing posts with label quotes. Show all posts

Friday, December 20, 2013

Ryo dan Kamar Mandi



20 Desember 2013

Kamar mandi adalah tempat dimana kita membersihkan diri, tempat dimana kita sadar kita ‘kotor’, tempat dimana kita sadar bahwa manusia terlahir tanpa apa-apa

Gue barusan marah-marah sama Ryo, soalnya dia lamaaaa banget bales sms gue. Dan pas gue tanya abis ngapain, dia dengan santainya ngejawab “sorry, tadi gue lagi mandi hehehe”

Spontan gue langsung ngelirik angka yang kecetak di layar HP gue, terus ngecheck kapan sms terakhir gue ke kirim. Saat itu gue bingung, “lu mandi butuh waktu 30 menit? Mandi apa luluran sih, Lex?”
Serius. gue nggak bohong. Rentang waktu dari sms terakhir gue sama waktu di hp itu beda 32 menit. Gimana gue nggak heran?

Tapi, kemudian, Ryo ngejawab “gue suka sih ada di kamar mandi” dan jawaban nyeleneh dia itu sontak aja bikin gue ngomong ‘haaaah?’ dengan nada bingung yang nggak bisa gue tutup-tutupin.

Dia bilang “buat gue, kamar mandi itu salah satu tempat paling suci, selain tempat ibadah”. Oke, omongan Ryo berhasil bikin gue penasaran. Gue diem, dan dia udah ngerti itu isyarat kalau gue pengen tau omongannya lebih lanjut.

“Kamar mandi itu adalah tempat dimana gue –kita- membersihkan diri. Tempat dimana kita sadar kalau kita ‘kotor’. Tempat dimana gue –kita- sadar kalau manusia terlahir tanpa apa-apa. Lu nggak mungkin kan mandi pakai baju lengkap?” gue bisa ngebayangin sudut bibirnya terangkat sebelah, membentuk senyuman miring yang sering banget dia tampilin.

“Kamar mandi adalah tempat dimana gue me-rileks-kan sejenak otot-otot yang kaku dan syaraf-syaraf yang tegang. Tempat dimana gue sadar kalau sekotor-kotornya manusia, pasti ada cara untuk membersihkan diri mereka. Tempat dimana gue bisa jadi diri gue yang sebenarnya, sejujur-jujurnya”

Dan tanpa sadar, gue mangut-mangut ngedenger perkataan Ryo di telepon. Bahkan saat dia bilang “Gue nggak perlu jadi penyanyi untuk sekedar ber-doremifasolasido- di kamar mandi. Gue nggak perlu malu untuk goyang-goyangin badan gue, joget-joget sesuka hati. Soalnya gue kan mandi sendiri”

Gue ikut tertawa pelan saat ngedenger suara tawanya mengalun. Ini, sisi lain Ryo yang gue suka. Ryo yang biasanya selalu bertingkah konyol, nggak pernah serius dan sering banget iseng, entah kenapa bisa banget berubah dan ngebuat orang terhanyut dalam jalan pikirannya yang nggak biasa

Jujur, gue nggak pernah tau, kalau obrolan random kayak begini bisa menghasilkan one of precious conversation buat gue. Gue nggak pernah tau, kalau bahkan topik seabsurd ‘kamar mandi’ pun bisa jadi penuh makna kalau dia yang ngucapin. Gue nggak ngerti, gimana mungkin kalimatnya yang sederhana dan nggak muluk-muluk kayak penyair, tapi entah gimana caranya terdengar puitis di telinga gue.

Gue tau Ryo bukan orang yang pinter mainin kata-kata, dia selalu ngucapin apa yang ada di pikirannya tanpa harus bersusah payah mikirin struktur kalimatnya. Tapi itu sisi special yang Ryo punya. Dia salah satu cowok paling apa adanya yang gue kenal.

Banyak temen-temen gue yang bilang kalau mereka nggak pernah ngerti jalan pikiran dan pola gue dalam berpikir. Hahaha seandainya, mereka kenal Ryo, mungkin mereka bakal narik perkataan mereka dan lebih bingung lagi sama isi otak nya Ryo.

Mungkin, emang bener ya kalau “pola pikir orang jenius itu memang nggak pernah mudah ditebak”

Wednesday, January 2, 2013

ada satu kutipan novel yang selalu menjadi favorit gue. kutipan ini terdapat dalam novel "Fairish" karangan Esti Kinasih.

Tuhanku..
Bicaralah padaku bila aku kesepian
Bisikkanlah dukunganMu bila aku dirundung kecemasan
Dengarkanlah suaraku bila aku terjatuh
Sudilah menjadi penghiburan dalam perjalananku
Tempatku bernaung di waktu panas
Tempatku berteduh di kala hujan
Tongkat penuntun di dalam kelelahan
Dan penolong dalam bahaya

Entahlah, tiap kali gue mengucapkan doa ini dalam hati gue akan selalu nangis. Gue ngerasa kecil, lemah, dan rapuh.. 

Monday, October 29, 2012




"tanpa kita sadari, kita akan selalu terjerat dalam lingkaran takdir. Makanya, seberapa pun kerasnya lu berusaha menghindar, orang yang bakal lu temui suatu saat nanti sebenarnya berhubungan dengan masa lalu lu." - roleplayer of Jay Park, yang sekarang entah ada dimana.

Tuesday, June 19, 2012

Papi..

Gue punya dua ayah dan dua ibu.. Ayah dan Ibu kandung yang gue panggil Papa dan Mama. Dan sepasang suami istri yang menganggap gue sebagai salah satu anak mereka. Mereka seringkali gue panggil Papi-Mami.

Papi bernama lengkap Arthur Handoko Lee, pria kelahiran tahun 1964 adalah sosok laki-laki paruh baya yang cenderung unik. Percaya atau tidak Papi lah yang ngenalin gue pada rokok dan alkohol. Dia bilang tiap manusia punya persepi sendiri dan biarlah mereka yang memutuskan baik dan buruk untuk hidupnya sendiri.
Gue ngga pernah sekalipun lihat Papi marah. Beliau bilang saat kita marah sama seseorang, lewat apapun itu entah tulisan maupun lisan. Makian kita pasti membuat hatinya bergetar dan amarah kita menancapkan semacam merica yang pedas di lubuknya. Rasanya itu gateeeeel dan perih.

Dan, percaya atau ngga gue lebih hormat sama Papi. Selain karena dia ngga pernah sekalipun marah sama gue, dia selalu bisa ngebuat gue penasaran. Tiap kali gue marah dia bakal ngasih satu kalimat penuh ambigu yang ngebuat gue penasaran dan akhirnya lupa pada kekesalan gue.

Beliau pernah bilang "Kiyi (nama panggilan gue saat kecil) tahu, sebenernya nginjek granat itu ngga pernah berbahaya". Pertama kali gue denger kalimat ini gue langsung protes "Dahell! mana mungkin nginjek granat itu ngga pernah berbahaya?! kita bisa mati kali kalo nginjek granat".

Tapi beliau malah tersenyum dan bilang "Coba Kiyi pikirin dulu apa maksudnya". Setelah itu dia ninggalin gue yang langsung muter otak mikirin maksud kalimatnya barusan. Dan akhirnya gue tahu jawabannya sekarang..
Menginjak granat itu nggak pernah berbahaya, yang berbahaya adalah saat kita melepaskan kaki kita setelah berhasil menginjak granat.

dan tadi juga, saat gue emosi karena salah satu teman. Beliau bilang "di dunia ini, orang-orang lebih senang menyalahkan langit saat sepatu mereka terkena lumpur"
Butuh sekitar 1jam buat ngerti apa maksud perkataan Papi. saat hujan memang banyak yang lebih sering menyalahkan langit. katanya air hujan yang menyebabkan tanah becek dan jadi berlumpur. Padahal kalau air hujan turun di jalanan beraspal, tidak akan ada lumpur kan? Kenapa orang-orang lebih suka menyalahkan langit yang lebih tinggi kedudukannya daripada melihat tanah yang lebih rendah? Kenapa juga orang marah saat sepatunya terkena lumpur? bukannya mereka yang memilih berjalan diatas tanah yang becek?
Itu sih persepsi gue ya, gue ngga tahu tentang persepi kalian yang mungkin aja beda :p

Tapi yang jelas, sosok Papi adalah sosok yang unik dalam hidup gue. Dia bisa menanamkan nilai kehidupan pada gue tanpa harus menggurui dan menjelaskan pendapatnya. Dia membiarkan gue menyimpulkan jawaban gue sendiri dengan karakteristik pola pikir gue sendiri. Karena buat Papi, pelajaran yang paling baik untuk kita adalah kehidupan yang sedang kita alami sekarang.

Wednesday, June 13, 2012

cinta dunia maya..

sejak awal aku tahu cinta kita memang berbeda, langka. Cinta yang jatuh secara sempurna pada titik yang tak terduga, pada frase yang berbeda. Cinta yang tercipta dari setiap karakter tulisan yang terbaca. Cinta yang menjelma menjadi nyata dan mengerogoti aku dan kamu, kita.

Sejujurnya aku tidak tahu apakah ini bisa disebut cinta? Jika hanya namamu yang merangsek masuk ke dalam pikiranku. Apakah ini bisa disebut cinta? Jika sekalipun aku belum pernah melihat wajahmu, memandang matamu, dan menautkan jari ke dalam genggamanmu.

Yang aku tahu cinta bisa terjadi dimana saja. Bahkan di dunia maya, ruang tanpa batas, tempat yang kadang tidak perlu akal sehat untuk merasionalkannya.

Tuesday, May 29, 2012

semakin aku mencintai kamu, semakin aku tidak mampu menemukan alasan kenapa aku merasa begitu bergantung pada kehadiran kamu...



aku merindukan mu seperti bunga yang selalu merindukan mataharinya..